“Melepasmu”

“Melepasmu”Pagi itu jam tlah menunjukan pukul 8 ku segera bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat bekerja. Ku jajaki jalan-jalan rusak menggunakan sepeda motorku yg kini kondisinya sangat memperihatinkan namun masih cukup kuat untuk berlari melaju seperti motor lainnya. Ku hanya membutuhkan waktu sekitar 1/2 jam perjalanan dari rumah hingga ke tempat kerja. Ku bekerja di toko komputer sebagai teknisi dan bekerja dari pagi hingga sore menjelang. Tapi tak ku lupakan kewajibanku unntu terus menuntut ilmu dengan rutin mengikuti taqlim setiap minggunya. Tapi akhir-akhir ini ku jarang lagi ikut pengajian karena sibuk akan dengan hal-hal yang tidak berguna. Tapi hal itu sudah teratasi dan dapat berjalan seperti keadaan semula. Suatu malam yang dingin akan hawa kental akan kegelapan menyelimuti setiap cahaya yg datang menghampiriku. Pada malam hari ku sering mengikuti beberapa pengajian, namun pada malam itu ku rasakan hal yg berbeda dalam diriku. Mungkin ini yg di namakan cinta pada pandangan pertama. Kulihat sesosok perempuan sebaya dengan ku melintas tepat dihadapanku, seketika perasaan ini berubah begitu cepat. Tapi hanya sebatas memandang. Ku tanyakan kepada teman sepengajianku, “apakah kau mengenalnya?” tanyaku. “ oh itu, dia itu anak majelis ini juga”. Jawab temanku dengan lugas. “kok aku baru lihat ya” tegasku. Lalu dikenalkanlah aku dengan dia, dia itu bernama Lina. Orangnya baik dan sedikit pemalu namun tampak begitu indah jika dipandang dengan kedua bola mata. Mulai saat itu Ku jalani hubungan ini tapi hanya sebatas telpon dan sms. namun hubungan ini berujung pada bukan sebatas hanya suka tapi sudah menjadi suatu rasa keterikatan diantara ku dan dia. Namun ku sadari bahwa pacaran itu tidak di perbolehkan dalam agama islam. Walaupun teguran datang dari teman satu taqlim dan guruku sendiri. Ku abaikan semua perkataan orang tentang diriku. Mereka tidak tahu tentang wanita itu, dia baik dan sepertinya dia soleha. Walaupun guncangan datang dari orang yg ku kenal. Namun Ku tak bisa melepasnya begitu saja dari genggamanku. Ku berdo’a dalam shalatku,”apakah yg selama ini hamba lakukan salah ya Allah?” timbul pertanyaan besar dalam hatiku yg mungkin tuhan pun tidak dapat menjawabnya. “berilah hambamu ini petunjuk dan jgnlh kau lepaskan dia dari ku karena ku mencintainya”. Semakin ku menyayangimu semakin ku harus melepasmu dari hidupku. Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini kita tak mungkin terus bersama.

Tentang rudiasparudin

Saya masih belajar menjadi orang yang baik...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s